Welcome Guys

Welcome Guys
:-)

Minggu, 25 Agustus 2013

RHK Senin, 26 Agustus 2013

Haruskah orang Kristen membayar pajak ?
Markus 12 : 13 – 14

Sebagai warga Gereja sekaligus warga Negara, tentu kita tidak asing lagi dengan kata pajak. Dalam kehidupan sehari hari, kitapun pernah mendengar tentang pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak penghasilan (PPH), pajak pertambahan nilai (PPN), dsb. Apa sebenarnya pajak itu dan apa fungsinya ? pajak adalah iuran rakyat yang  diberika kepada kas Negara berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapat balasa jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hokum untuk menutup biaya produksi barang- barang dan jasa kolektif (bersama) untuk mencapai kesejahteraan umum. Jadi, pada prinsipnya pajak dipungut oleh pemerintah untuk digunakan dalam mencapai kesejahteraan umum, antara lain : Pembangunan jalan, jembatan dan penyediaan sarana-saran pendukung lainnya.
Berkaitan dengan membayar pajak maka orang-orang Farisi dan Herodian datang menjumpai Tuhan Yesus dan bertanya: haruskah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak ? pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan menjebak, sebab pada prinsipnya warga kekaisaran Romawi pada saat itu wajib membayar pajak kepada kaisar. Namun demikian orang-orang ini bermaksud untuk mencobai Tuhan Yesus dengan pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu di tanyakan.
Sebagai keluarga Kristen, kita diingatkan untuk tidak bersikap seperti orang Yahudi dan Herodian, yang pura-pura tidak tahu tentang kewajiban membayar pajak.
Sebaliknya kita di ajak untuk turut menupang program-program pemerintah dalam upaya mendatangkan kesejahteraan bagi banyak orang, melalui pembayaran pajak tepat pada waktunya. Hendaklah kita menyadari bahwa kesediaan kita dalam membayar  pajak, adalah sebagai ketaatan terhadap pemerintaha demi kesejahteraan bersama, sebagaimana pula diungkapkan dalam Yermia 29 : 7 “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan. Sebab kesejahteraanya adalah kesejahteraanmu. Amin

Doa : Ya Bapa, ajarlah kami untuk semakin taat kepada-Mu, juga terhadap permerintah. Berkatilah kami sekeluarga dalam setiap usaha dan kerja, supaya dari dalamnya kami boleh menikmati segalah kebaikan-Mu dan juga di mampukan dalam kewajiban kami terhadap pemerintah dengan rajin membayar pajak. Amin

Senin, 19 Agustus 2013

RHK Selasa 20 Agustus 2013

Janji Tuhan digenapi

Yeremia 29:8-10

Pembuangan di Babel adalah konsekuensi dari ketidakataatan umat Israel kepada Tuhan yang terlalu banyak mendengar pengajaran nabi-nabi palsu. Nabi Yeremia menasehatkan umat Israel dalam pembuangan di tengah berbagai kekecewaan dan penderitaan serta tidak adanya pengharapan dengan menekankan bahwa janji TUhan utnuk pembebasan pasti digenapi.
Hal yang penting dalam nubuat yang disampaikan nabi Yeremia untuk memperbaiki tingkah laku, perbuatan bahkan perkataan yang salam membuat Tuhan menyesal menimpakan malapetaka atas mereka. Kuncinya "Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu. Tetapi semua orang yang menelan engkau akan tertelan... Sebab Aku akan mendatangkan kesembuahan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman Tuhan". Firman ini menjadi kekuatan bagi kita sebagai keluarga Kristen bahwa Tuhan selalu menepati janjiNya untuk menjaga dan melindungi umat-Nya. Amin.
Doa: Ya Tuhan inilah kami yang berharap akan janji-Mu, mampukan kami untuk sabar menanti janji Tuhan. Amin.

Jumat, 16 Agustus 2013

Renungan Harian Keluarga

RHK Sabtu 17 Agustus 2013

Berdoa supaya ada ketentraman
1 Timotius 2:2-3
Hari ini kita mengucap syukur sebagai bangsa Indonesia kita boleh merayakan hari ulang tahun Proklamasi RI yang ke-68 tahun. Firman Tuhan hari ini, mengajak kita untuk mendoakan raja-raja dan para pembesar. Bagi kita sekarang, mereka adalah pemerintah kita. Karena dengan mendoakan pemerintah, maka kita berharap kehidupan kita tenang dan tentram. Bukan hanya pemerintah yang didoakan, tetapi juga untuk semua orang.
Doa yang kita ucapkan untuk setiap orang di tengah-tengah dunia ini adalah jawaban dari kerinduan supaya kasih Allah dapat menjangkau semua orang. Setiap keluarga Kristen terpanggil untuk memuliakan dan menyenangkan Tuhan melalui doa. Tetapi juga melalui doa kita dapat memperoleh ketenangan dan ketentraman sehingga tercipta damai sejahtera. Adalah suatu panggilan yang mulia bagi setiap keluarga Kristen untuk saling mendoakan, termasuk pemerintah dan semua orang. Dirgahayu Indonesia! Amin.
Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk dapat melakukan segala tindakan benar yang Engkau kehendaki sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain, agar nama-Mu dipermuliakan. Amin.

Selasa, 06 Agustus 2013

[Lirik] JKT48 - Yuuhi wo Miteiruka? (Apakah Kau Melihat Mentari Senja?)

JKT48 - Yuuhi wo Miteiruka? (Apakah Kau Melihat Mentari Senja?)
 Seperti apa hari ini yang telah dilewati
Pasti terfikir saat di jalan pulang
Meski ada hal sedih ataupun hal yang memberatkan
Tak apa asal yang bahagia lebih banyak
Karena tidak mau membuat keluarga dan teman
Dan orang di sekitar jadi khawatir
Kau paksakan tersenyum dan membuat bohong sedikit
Janganlah kau pendam semuanya di dalam hati

Merasakan angin di saat musim berganti
Dan menyadari bunga di sebelah kaki
Jika dapat mensyukuri keberadaan kecil itu
Kita dapat rasakan kebahagian

Apakah kau melihat langit mentari senja?
Waktu pun berlalu dan sosoknya terlihat begitu indah, Yes!
Begitulah hari ini berakhir
Malam yang mengulang baru semua telah datang
Kau bergegas di jalan pulang seorang diri
Kenapa tidak hargai dirimu sendiri sedikit lagi Yuk!
Mari lihat sedikit lebih baik
Supaya kau dapat hidup jadi diri sendiri

Hubungan antar manusia memang merepotkan
Tapi kita tidak bisa hidup sendiri
Setiap manusia merupakan makhluk yang lemah
Kita haruslah hidup saling membantu
Dan kadang kadang keluar ucapan kasar
Tak sengaja menginjak kaki seseorang
Atau salah paham, berbagai hal yang telah terjadi
Tetapi selalu penuh harapan

Apakah kau melihat langit mentari senja?
Mengajar untuk menerima keadaan saat ini dan terus maju
Dan bila kehilangan sesuatu
Pastilah suatu saat nanti hal itu akan tercapai
Langit hitam mulai berubah menjadi gelap
Di hias oleh titik garis yang terbentuk dari bintang bintang
Sampai hari esok tibalah nanti
Lihatlah mimpi seperti dirimu sendiri

Apakah kau melihat langit mentari senja?
Waktu pun berlalu dan sosoknya terlihat begitu indah, Yes!
Begitulah hari ini berakhir
Malam yang mengulang baru semua telah datang
Kau bergegas di jalan pulang seorang diri
Kenapa tidak hargai dirimu sendiri sedikit lagi Yuk!
Mari lihat sedikit lebih baik
Supaya kau dapat hidup jadi diri sendiri

RHK GMIM Rabu 7 Agustus 2013

Bebas - tapi - bukan seenaknya
Kejadian 2:15-17
Dalam kenyataan banyak ditemui ada orang yang ingin hidup bebas, tidak mau diatur oleh siapapun; artinya ia ingin hidup tanpa dibebani dengan berbagai aturan dan persyaratan hidup. Akan tetapi, dalam banyak kenyataan juga kita didapati bahwa sifat orang yang seperti ini sebenarnya bukan ingin hidup bebas tapi ingin menang sendiri, tidak ingin bekerjasama, egois dan cenderung hanya ingin menerima sesuatu dan tidak mau memberi sesuatu atau melakukan sesuatu.
Ketika manusia ditempatkan Allah dalam Taman Eden, manusia sebenarnya sudah diberikan kebebasan oleh Tuhan Allah, yaitu semua pohon dalam taman itu boleh dimakan buahnya "dengan bebas" (ayat 16). Inilah yang disebut "kebebasan" dan karena itu kebebasan akan menjadi baik bila kebebasan itu tidak diartikan sebagai perbuatan yang "seenaknya" atau "suka-suka kita" melainkan kebebasan yang tertuntun dengan sebuah kaidah hidup yang benar seperti kalimat ayat 17 dan Kej.3:2-3. Artinya bahwa kebebasan yang tidak tertuntun dengan kaidah hidup yang baik akan mengancam keselamatan hidup atau menuju pada kebinasaan. Amin.
Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami selalu dengan firmanMu agar kami dapat membawa kehidupan dalam kebebasan hidup yang berkenan kepadaMu. Dimuliakanlah Engkau Tuhan Yesus. Amin.