Welcome Guys

Welcome Guys
:-)

Selasa, 30 Juli 2013

Populasi dan Sampel dalam Matematika



Populasi Dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan pengamatan atau obyek yang menjadi perhatian sedangkan Sample adalah bagian dari populasi yang menjadi perhatian.
Populasi dan sample masing-masing mempunyai karakteristik yang dapat diukur atau dihitung. Karakteristik untuk populasi disebut parameter dan untuk sample disebut statistik.
S (Populasi)

Sample




Contoh parameter adalah mean (), standar deviasi (), proporsi (P) dan koefisien korelasi (), sedangkan statistik adalah nilai rata-rata (), standar deviasi (s), proporsi (p) dan koefisien korelasi (r).
Populasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
Populasi orang atau individu adalah keseluruhan orang atau individu (dapat pula berupa benda-benda) yang menjadi obyek perhatian.
Populasi data adalah populasi yang terdiri atas keseluruhan karakteristik yang menjadi obyek perhatian.
Sample juga dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
Sampel orang atau individu adalah sampel yang terdiri atas orang-orang (dapat pula berupa benda-benda) yang merupakan bagian dari populasinya yang menjadi obyek perhatian.
Sampel data adalah sebagaian karakteristik dari suatu populasi yang menjadi obyek perhatian.
Meskipun populasi merupakan gambaran yang ideal, tetapi sangat jarang penelitian dilakukan memakai populasi. Pada umumnya yang dipakai adalah sample. Ada beberapa alasan mengapa penelitian dilakukan menggunakan sample :
1. Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data lebih singkat.
2. Biaya lebih murah.
3. Data yang diperoleh justru lebih akurat.
4. Dengan statistika inferensia dapat dilakukan generalisasi




Posted 23.57 by abin in
PELUANG
Kata peluang atau probabilitas atau kemungkinan sangat sering dipakai dalam percakapan sehari-hari, dan sebagian orang memberikan pengertian atau arti secara kasar. Misalnya hari ini kemungkinan akan turun hujan, kira-kira dosen A tidak masuk mengajar hari ini. Kedua contoh di atas yang diberikan secara kasar merupakan suatu peristiwa yang belum tentu pasti terjadi dan masih merupakan pertanyaan akan terjadinya peristiwa tersebut.
Dalam membicarakan peluang terlebih dahulu kita harus memahami atau mengerti ruang sampel, sebab dengan mengetahui ruang sampel maka kita dapat menentukan nilai peluang suatu peristiwa atau kejadian.
Ruang sampel adalah semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan statistika dan biasanya dilambangkan dengan S. Tiap hasil dalam ruang sampel disebut unsur atau anggota dari ruang sampel.
Dalam suatu kegiatan, seringkali dilakukan berbagai percobaan atau eksperimen. Hasil suatu eksperimen akan memberikan informasi tentang masalah yang sedang dihadapi dalam kegiatan tersebut. Suatu eksperimen memiliki karakteristik antara lain:
1. Hasil eksperimen tidak dapat diduga sebelumnya dengan tingkat keyakinan yang pasti.
2. Semua hasil yang mungkin dapat diperikan terkandung dalam suatu himpunan.
3. Eksperimen dapat dilakukan secara berulang-ulang dalam kondisi yang sama.
Eksperimen yang memiliki karakteristik tersebut, selanjutnya disebut eksperimen acak (random experiment). Sedangkan himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu eksperimen acak, disebut ruang sampel (sample space).
Contoh 1. suatu eksperimen dengan melantunkan 1 buah dadu yang seimbang, ruang sampel dari eksperimen tersebut adalah: S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6 }, nilai 1 sampai 6 pada ruang sampel di atas dinamakan unsur atau anggota dari ruang sampel.
Contoh 2. Suatu eksperimen melantunkan mata uang sebanyak 3 kali
1. Tentukan ruang sampelnya.
2. Tuliskan peristiwa-peristiwa berikut dalam bentuk himpunan
U = peristiwa muncul 1 kali M
V = peristiwa muncul 2 kali M
W = peristiwa muncul paling banyak satu kali M.
Dalam prakteknya ruang sampel yang dipilih adalah yang paling banyak mengandung informasi.

POPULASI DAN SAMPEL
1.1. Pengertian Populasi dan Sampel
Populasi merupakan kumpulan dari semua obyek atau individu yang ingi diketahui sifat atau cirinya, dengan demikian dalam suatu penelitian kita harus mendefinisikan populasi dengan jelas dan tepat. Misalnya kita ingin mengetahui rata-rata tinggi mahasiswa Unhalu Kendari, berarti penelitian tersebut menggambarkan sifat atau ciri dari mahasiswa Unhalu. Jika kita merumuskan populasi seperti ini, yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah tinggi mahasiswa Unhalu Kendari, rumusannya sudah jelas tapi belum tepat, sebab bila kita berbicara tentang mahasiswa Unhalu Kendari skopnya cukup luas, kapan terdaftarnya sebagai mahasiswa Unhalu, apakah hanya terdaftar tetapi tidak ikut kuliah dan lain sebagainya.
Untuk itu populasi merupakan suatu batasan ruang lingkup dari apa yang nantinya diteliti oleh seorang peneliti. Dengan adanya batasan ruang lingkup, maka semua kesimpulan yang nantinya akan diperoleh dari hasil penarikan contoh (sampel) hanya berlaku untuk populasi yang dimaksud, bukan untuk populasi yang berada diluar batasan ruang lingkup yang diberikan.
Pendefinisian populasi dari penelitian yang melihat rata-rata tingginya mahasiswa Unhalu Kendari adalah “Yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah kumpulan tinggi mahasiswa Unhalu Kendari yang masih aktif mengikuti perkuliahan pada semester ganjil tahun ajaran 1997/1998.” Pendefinisian populasi seperti ini sudah jelas batas ruang lingkupnya, sehingga kesimpulan apapun yang diberikan terhadap suatu contoh (sampel) yang diambil dari populasi tersebut hanya berlaku untuk populasi yang dibatasi oleh mahasiaswa Unhalu Kendari yang masih aktif mengikuti perkuliahan pada semester ganjil tahun ajaran 1997/1998, tidak berlaku surut untuk mahasiswa Unhlau Kendari dari tahun ketahun, jadi hanya menggambarkan keadaan tinggi mahasiswa Unhalu pada ruang lingkup tersebut.
Mengingat seorang peneliti dalam melakukan penelitian penuh dengan keterbatasan baik dari segi biaya, waktu, dan lain sebagainya maka penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi atau data yang diinginkan sesuai dengan permasalah yang diteliti ditempuh dengan mengambil sebagian dari populasi, dengan mempertimbangkan ketebatasan yang ada dari peneliti, bagian dari populasi tersebut sebagai tempat untuk mengumpulkan informasi dinamakan contoh (sampel).
Dengan demikian contoh (sampel) merupakan bagian dari populasi yang dipilih dengan menggunakan aturan-aturan tertentu, yang digunakan untuk mengumpulkan informasi/data yang menggambarkan sifat atau ciri yang dimiliki populasi.
Menurut keadaannya populasi dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:
• Populasi Homogen, dan
• Populasi heterogen.
Suatu populasi dikatakan homogen apabila unsur-unsurnya seragam dalam karakteristiknya dari populasi yang diteliti, sedangkan populasi yang dikatakan heterogen apabila unsur-unsurnya berbeda dalam karakteristiknya dari populasi yang diteliti, untuk mengatasi populasi yang heterogen dalam melakukan penelitian, perlu adanya pengelompokan berdasarkan karakteristiknya, sehingga dari populasi yang ada dibuat dalam beberapa kelompok, yang nantinya kelompok-kelompok tersebut akan hogomen dalam kelompoknya, tetapi kelompok-kelompok tersebut sangat heterogen diantara kelompkonya.
Berdasarkan ukurannya, populasi juga dibagi menjadi dua bagian yaitu:
• Populasi terhingga, dan
• Populasi tak terhingga.

Populasi dikatakan terhingga bilamana anggota populasi dapat diperkirakan atau diketahui secara pasti jumlahnya, misalnya;
1. Banyaknya SMP Negeri yang ada di Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Tenggara
2. Banyaknya mahasiswaUnhalu Kendari pada tahun ajaran 1997/1998, dsb.
Sedangkan populasi dikatakan tak terhingga bilamana anggota populasinya tidak dapat diperkirakan atau tidak dapat diketahui jumlahnya, misalnya;
1. Banyaknya ikan yang ada di Teluk Kendari
2. Banyaknya pasir yang ada di Kali Pohara, dan sebagainya.
Namun demikian dalam praktek kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai adanya populasi terhingga dianggap sebagai populasi tak terhingga, dan hal seperti ini dibenarkan secara statistika, bahwa itu merupakan suatu populasi tak terhingga, misalnya;
• Banyaknya orang Indoenesia yang merokok,
• Banyaknya penduduk Indonesia sekarang, dan sebagainya.
1.2 Jenis-Jenis Contoh (sampel)
Dalam proses pemilihan sampel ada dua faktor penentu yang berperan yaitu:
1. Ada atau tidak adanya faktor pengacakan, dan
2. Peran orang yang memilih (mengambil) sampel tersebut.
Pada proses pengambilan contoh (sampel) dengan menggunakan faktor pengacakan didalamnya termasuk unsur-unsur peluang, sedangkan peran dari orang pemilih contoh (sampel) dapat bersifat obyektif dan dapat pula bersifat subyektif.
Yang dimaksud dengan sikap obyektif dalam memilih contoh (sampel) adalah suatu cara pemilihan sampel yang menggunakan metode tertentu yang jelas, sehingga penarikan contoh (sampel) tersebut bila dilakukan oleh orang lain akan diperoleh hasil yang tidak jauh berbeda dari penarikan contoh (sampel) sebelumnya, dalam menduga sifat atau ciri populasinya. Jadi dengan pengambilan contoh (sampel) dengan menggunakan metode tertentu dan jelas, akan diperoleh sampel yang konsisten, artinya bila pengambilan sampel dilakukan secar berulang-ulang terhadap populasi yang sama hasilnya tetap terkendali dalam arti tetap menggambarkan sifat atau ciri dari populasinya, walaupun hasilnya tidak persis sama antara yang satu dengan yang lainnya.
Sifat subyektif dalam memilih contoh (sampel) adalah suatu pemilihan contoh (sampel) dengan melibatkan pertimbangan pribadi dari pengambil contoh (sampel) untuk mengambil contoh (sampel) yang baik menurut fersinya sendiri (versi peneliti). Dengan demikian sampel yang diperoleh merupakan sampel yang berbias, apalagi orang yang memilih cotnoh (sampel) mempunyai latar belakang yang kurang terhadap konsep statistika khususnya konsep tentang teori penarikan contoh (sampel).
Dengan adanya dua faktor yang berperan tersebut maka kita dapat membedakan 4 (empat) jenis contoh (sampel) sebagaimana digambarkan pada bagian berikut ini;

Minggu, 28 Juli 2013

Sel Eukariotik



Sel Eukariotik



Sel eukariotik adalah sel yang memiliki selaput inti. Maka, materi genetiknya tidak tersebar melainkan dibungkus selaput. Jenis-jenis sel eukariotik meliputi: sel protista, sel hewan, sel tumbuhan, dan sel fungi. Adapun bagian-bagian dari sel eukariotik adalah sebagai berikut :


1). Membran Sel (selaput Plasma) yaitu selaput selektif permeabel, artinya hanya dapat dilaui molekul-molekul tertentu, seperti glukosa, asam amino. Gliserol dan berbagai ion.


2). Sitoplasma adalah materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma.


3). Sitoskleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yaitu mikrofilamen, mikrotubulus dan filamen intermediar.


4). Nukleus merupakan organel terbesar di dalam sel yang berperan penting pada sel sebagai pengendali kegiatan sel.


5). Retikulum Endoplasma merupakan organl yang tersusunoleh membran yang terbentuk seperti jala dan berfungsi sebagai saluran penghubung antara nukleus dengan bagian luar sel.


6). Ribosom yaitu bagian terkecil dari sel dan berfungsi sebagai tempat sintesis potein.


7). Kompleks golgi yaitu mempunyai hubungan erat dalam sekresi protei sel.


8). Lisosom merupakan membran kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik (lisozom).


9). Badan Mikro yaitu berisi enzim katalase.


10). Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilasi oksidatif dan sistem elektron.


11). Kloroplas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.


Perbedaan Sel Prokariotik Dan Sel Eukaritok


Perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik terletak pada inti selnya. Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki selaput inti. Sedangkan sel eukariotik adalah sel yang memiliki selaput inti. Adapun perbedaan lainnya adalah sebagai berikut :


No
Organel
Prokariotik
Eukariotik
1
Membran Plasma
Ada

2
Sitoplasma
Ada
Ada
3
Ribosom
Ada
Ada
4
Dinding Sel
Ada

5
Mesosom
Ada

6
Nukleus

Ada
7
Retikulum Endoplasma

Ada
8
Sentriol

Ada
9
Lisosom

Ada
10
Kompleks Golgi

Ada
11
Mitokondria

Ada
12
Badan Mikro

Ada