Gembala Yang Jahat
Yehezkiel 34 : 1 -6
Seorang pemimpin/gembala adalah orang
yang patut diteladani/dicontohi ditengah masyarakat dan jemaat.
Pemimpin/gembala yang kurang baik seperti koruptor, tamak, serakah,
egois, mengejar kekuasaan, dan yang tidak memperhatikan kepentingan
banyak orang, pasti di benci dan dimusuhi. Nabi Yehezkiel dengan suara
kenabiannya mengecam, mengkritik para pemimpin bangsanya dan para
pemimpin agama. “Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan
dirinya sendiri” Mengapa ? Karena para pemimpin bangsa dan pemimpin
agama tidak lagi menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan
baik. Mereka telah menyalahgunakan kedudukan dan kekuasaannya untuk
kepentingan sendiri dan melalaikan tugas kewajibannya terhadap rakyat
yang dipimpinnya.
Yehezkiel menegur para pemimpin dengan
berkata : “kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang
gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu
gembalakan. Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati,
yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawah pulang, yang
hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan
kekerasan dan kekejamam”.
Kepemimpinan harus di mulai dari
keluarga karena keluarga adalah tempat yang pertama dimana seseorang di
bentuk menjadi pemimpin yang melayani. Orang tua harus menjadi teladan
bagi anak-anak dalam memimpin dan melayani keluarga. Karena itu kita
diingatkan agar menjadi pemimpin/gembala yang baik dan saling mengasihi
di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat. Jauhkanlah pikiran-pikiran
yang hanya mengejar kekuasaan, mementingkan diri sendiri, tamak, serakah
dan kekerasan dalam rumah tangga. Amin
Doa : Ya Bapa karuniakanlah kekuatan dan kemampuan kepada kami sebagai keluarga agar tetap menjadi teladan. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar